Jumat, 18 Februari 2011

The Real Story2

Hari yang begitu dingin ini ku awali dengan mengusap air mata yang masih tersisa dipipiku. Sisa menangis semalam. Segera ku basuh muka ku dengan air wudhu dan menunaikan sholat subuh yang sudah agak terlambat. Di akhir rakaat nya aku bersujud lebih lama. Berusaha memusatkan pikiranku hanya kepadaNya. Di akhir sholat ku,aku berdoa dengan air mata yang berlinang. Memohon ampun kepadanya karena menangis semalaman hanya karena seseorang. Pikiran ku lebih segar setelah sholat.

Sebuah kisah yang awalnya baik baik saja dan begitu bahagia. Namun berakhir dengan diam dan kecewa. Mungkin akulah korban yang paling menderita. Semuanya masih tak ku mengerti. ketika semuanya telah berjalan normal dan kembali seperti dulu. Namun masih tersisa ragu di hatiku. Setelah masalah itu, kami kembali seperti dulu. Aku dan kak Dhika. Namun,ada banyak hal yang sebenarnya tak dia ketahui dalam hatiku. Rasa sakit itu,rasa bingung dan ragu, serta jutaan tanda tanya masih tergambar jelas di otak ku. Aku hanya berfikir,lelah rasanya menjalani semua ini. Setiap aku membutuhkannya, dia menghilang. Dia tak mengerti betapa khawatir nya aku ketika tahu dia sakit. Namun saat aku sakit ia tak peduli.
Aku lelah selalu mengalah. Kenapa harus selalu aku yang mengalah. Tak pernah ia tahu bagaimana inginku. Tak pernah ia mengerti bagaimana rasanya jadi diriku. Dia kakak ku. Aku ingin kan dia menjaga ku. Aku ingin dia benar benar menjadi kakak ku. Hal yang selalu aku pikirkan adalah,dia selalu menuruti mau ku . Apa saja yang aku mnta, dia kan berusaha menurutinya. Awalnya aku senang, tapi kemudian aku sadar. Dia hanya menuruti permintaanku. Dia mendengarkan ku jika ku minta. Dia bertanya jika ku minta. Dia datang jika ku minta. Tapi tanpa ku minta,dia tak peduli. Itukah seorang kakak?
Aku hanya ingin dia sadr. Akan janjinya. Dan cara dia memperlakukanku. Yang membuatku terluka. aku hanya inginkan dia jadi kakak ku. Benar banar kakak ku. Aku ingin dia menyapaku,tak hanya diam saja ketika bertemu. Aku ingin dia bisa menyayangiku. bukan hanya karna janji. Aku ingin dia mengusap air mataku ketika ku menangis,bukan meninggalkan ku. aku ingin dia mengerti. Hanya mengerti mauku. Dan berhenti menyakitiku.
Sering ku berfikir untuk mengakhiri semua ini. hubungan yang "ga jelas" ini. Namun ketika fikiran itu muncul. Dia mengubahnya dengan perhatian nya. Sebuah permainan yang membuatku jenuh. Tarikan dan uluran yang dia lakukan membuatku sakit. aku ingin semua ini selesai. Namun aku tak sanggup melakukannya. Aku tak mampu.


sebuah cerita......

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates